DPKPP, TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan mengambil langkah cepat dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional dengan menggelar koordinasi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi untuk target April 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/4) ini dihadiri langsung oleh Direktorat Serelia Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Gunawan, S.P, M.Si, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, beserta jajaran terkait di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya.
Pertemuan ini menjadi krusial mengingat adanya tantangan iklim yang cukup serius. Berdasarkan data dari BMKG, Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih awal pada April 2026 dengan intensitas El Nino yang diperkirakan meningkat pada bulan Mei. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi guna mengantisipasi kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas lahan pertanian. Dalam laporannya, realisasi LTT Padi di Kabupaten Tasikmalaya hingga 13 April 2026 tercatat telah mencapai 25,67% dari target pusat dan 34,58% dari target kesanggupan daerah. Untuk mengejar sisa target di sisa bulan April, diperlukan rata-rata penanaman harian sebesar 672 hektar guna memenuhi target pusat, atau 439 hektar per hari untuk mencapai target kesanggupan.
Langkah strategis yang disepakati dalam pertemuan tersebut meliputi: Optimalisasi Pompanisasi: Memanfaatkan bantuan alokasi pompa air (APBN) sebanyak 12.746 unit untuk memastikan ketersediaan air di lahan-lahan potensial. Percepatan Tanam: Mendorong petani segera melakukan penanaman dengan memanfaatkan ketersediaan air yang masih ada sebelum puncak kemarau. Penggunaan Varietas Unggul: Mengarahkan petani untuk menggunakan varietas benih padi yang tahan kekeringan sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian. Monitoring Standing Crop: Terus memantau data standing crop melalui sistem SysCrop 2.0 yang hingga 31 Maret 2026 mencatat potensi luas lahan yang signifikan di wilayah Tasikmalaya.
Kepala Dinas menegaskan bahwa sinergi antara jajaran dinas, penyuluh, dan petani di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan percepatan LTT ini. Dengan dukungan sarana prasarana pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua, rice transplanter, dan pompa air yang telah disalurkan, diharapkan target produksi padi Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026 tetap terjaga di tengah ancaman anomali cuaca. Upaya akselerasi ini merupakan bagian dari komitmen Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan mengantisipasi dampak kemarau panjang sesuai arahan Menteri Pertanian.
Tag:
Berita Terbaru