DPKPP,CIKALONG – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan rangkaian program transformasi ekosistem pangan melalui kegiatan Kick-off Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah dan Inisiasi Kawasan Mandiri Benih Tahan Salinitas. Kegiatan yang berlangsung pada 18-19 Januari 2026 ini merupakan bagian dari agenda Kunjungan Kerja Yayasan Pangan Nasional (YPN) untuk memperkuat kedaulatan pangan di wilayah tersebut.
Kabupaten Tasikmalaya dinilai memiliki posisi strategis sebagai aset agraris dengan 89% wilayahnya atau sekitar 241.518 hektar merupakan lahan pertanian. Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung lumbung pangan nasional, sejalan dengan mandat RPJMD dan peraturan perundang-undangan terkait percepatan pembangunan kawasan Jawa Barat bagian selatan.
Poin utama dalam transformasi ekosistem pangan tersebut: Swasembada Pangan Berbasis Sekolah: Program ini melibatkan 1.293 SD sederajat dan 533 SMP sederajat dengan total lebih dari 190.000 siswa. Melalui instruksi Bupati, siswa akan mendapatkan pendampingan budidaya mandiri dan internalisasi literasi tani sejak dini lewat gerakan "Satu Siswa Satu Pohon". Kawasan Mandiri Benih: Sebagai langkah mitigasi terhadap intrusi air laut, pemerintah menginisiasi penggunaan benih tahan salinitas. Program ini didukung oleh rencana pembangunan Bendungan Pasir Kujang yang diproyeksikan mampu mencetak sekitar 3.000 hektar sawah baru. Fokus Intervensi di Kecamatan Cikalong: Wilayah Cikalong menjadi prioritas utama intervensi karena 100% Lahan Baku Sawahnya (LBS) belum optimal. Langkah konkret yang diambil meliputi normalisasi Sungai Cijulang dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,5 menjadi 2,5. Proyek Percontohan: Sebagai langkah awal, telah ditetapkan "Laboratorium Kemitraan Strategis Kedaulatan Pangan" yang melibatkan 2 SD dan 2 SMP serta 8 kelompok tani di Kecamatan Cikalong dengan luas lahan pengembangan mencapai 138 hektar.
Data menunjukkan performa sektor pangan Kabupaten Tasikmalaya terus meningkat. Pada tahun 2025, produksi padi diprediksi mencapai 531.622 ton GKG, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Tasikmalaya di peringkat ke-2 tingkat provinsi dan peringkat ke-3 nasional dalam hal peningkatan produksi. Melalui integrasi modal sosial, infrastruktur makro, dan kemandirian teknologi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimis dapat menjamin ketersediaan pangan serta meningkatkan pendapatan petani dan ketahanan gizi masyarakat.
DINAS PERTANIAN, KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN
Jl. Sukapura VI Bojongkoneng, Singaparna 46416, Kabupaten Tasikmalaya
Email : dpkpp@tasikmalayakab.go.id / dpkppkabtasikmalaya@gmail.com
Instagram: @dpkpp_kabtasikmalaya
Youtube : @dpkpp_kabtasikmalaya
website : https://dpkpp.tasikmalayakab.go.id/