DPKPP, PURWAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Mimbar Sarasehan Tingkat Provinsi Tahun 2025 yang bertempat di Kebun Istimewa, Kabupaten Purwakarta, pada tanggal 12 November 2025. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi interaktif strategis yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta pemangku kebijakan untuk memperkokoh kemitraan pembangunan pertanian di Jawa Barat.
Optimisme Produksi Padi dan Tantangan Pertanian Dalam forum tersebut, terungkap data optimis mengenai produksi pangan. Produksi padi Jawa Barat pada tahun 2025 diprediksi mencapai 10,23 Juta Ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen sebesar 1,76 juta hektar. Angka ini setara dengan 5,91 juta ton beras, menempatkan Jawa Barat di peringkat kedua sebagai kontributor beras tingkat nasional.
Namun, pencapaian ini dihadapkan pada tantangan berat. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menyoroti penurunan kualitas tanah, di mana lahan di Jawa Barat cenderung dalam keadaan "sakit" dengan hanya 12,5% yang dalam kondisi sehat. Selain itu, alih fungsi lahan produktif akibat urbanisasi dan industri, serta dampak perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan, menjadi hambatan utama.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah menetapkan strategi peningkatan Indeks Pertanaman melalui perbaikan irigasi, pompanisasi, serta penggunaan benih "Ultra Genjah".
Paradoks Perikanan dan Isu Peternakan Di sektor perikanan, Jawa Barat mencatatkan prestasi sebagai produsen nomor satu di Indonesia dengan total produksi sekitar 1,3 juta ton pada tahun 2025. Kendati demikian, Jawa Barat masih mengalami kekurangan pemenuhan konsumsi ikan lokal sebesar 600.000 – 700.000 ton. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi ketersediaan benih berkualitas yang sulit didapat dan terbatasnya teknologi pembenihan modern.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan ,dan Peternakan (DKPP) menyoroti ancaman terhadap sumber daya genetik lokal seperti Sapi Pasundan dan Domba Garut akibat erosi genetik. DKPP juga membahas kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana produk susu lokal harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan keamanan pangan agar dapat masuk dalam rantai pasok program tersebut.
Kegiatan Mimbar Sarasehan ini diharapkan dapat memperkuat semangat petani dan nelayan mendukung visi "Jawa Barat Istimewa" melalui pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
DINAS PERTANIAN, KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN
Jl. Sukapura VI Bojongkoneng, Singaparna 46416, Kabupaten Tasikmalaya
Email : dpkpp@tasikmalayakab.go.id / dpkppkabtasikmalaya@gmail.com
Instagram: @dpkpp_kabtasikmalaya
Youtube : @dpkpp_kabtasikmalaya
website : https://dpkpp.tasikmalayakab.go.id/